Jika seperti ini Masih bisakah dibilang Generasi Muda memiliki “Kepedulian” tinggi ?

Sabtu, 06 Mei 2017

Kereta Tanah Abang – Serpong

Katanya ,yang muda masih punya fisik yang kuat, masih punya semangat yang hebat, masih punya rasa peduli yang berkobar?Tapi realistisnya tidak.

Apa mata kalian buta hingga tidak melihat? Atau bahkan mata kalian melihat tapi hati kalian tidak memiliki rasa “peduli” ? Coba tanyakan lagi bagaimana hati kalian?

Atau bahkan telinga kalian tuli hingga akhirnya kalian tidak mendengar announcement yang diberikan petugas kereta?

Oiya aku lupa, kalian terlalu asik dengan gadget dan headset yang kalian gunakan sampai akhirnya tidak mempedulikan.

Apa harus menunggu terlihat tua, batuk-batuk, menggunakan tongkat, menggunakan kursi roda, atau bahkan lumpuh baru kalian memberikan kursi untuknya ?

Gerbong wanita yang ku tumpangi terlihat lenggang. Lorongpun tidak penuh seperti biasanya. Aku dan tiga kawanku segera duduk mengambil posisi masing-masing. Risa, Della, Ka Ovi dan Aku. Deretan kursi yang ku duduki sudah penuh, kursi dihadapanku masih renggang dengan beberapa anak muda diatas usiaku (dikit).

Tak lama kemudian naiklah 3 wanita, 1 wanita hamil, wanita tua (43 tahun), dan seorang anak perempuan kisaran 8-9 tahun.

Kau tau ada kejadian apa setelah ini?

“Mereka” yang duduk disebrang kursiku hanya “melengos” sebagian justru cuma ngeliatin, akhirnya aku dan kawanku bergeser dan alhamdulilah cukup untuk wanita hamil ini.

2 wanita lainnya masih berdiri. Dan tak lama kemudian petugas masuk, meminta kursi yang disebrangku untuk dirapatkan dan menyuruh wanita tua itu duduk.Mimik wajah mereka cukup bisa ku baca. Kau tau justru kursi itu diberikan kepada wanita kecilnya (mungkin anaknya) disitu hatiku tersentuh.

Dan terakhir, wanita tua ini masih belum mendapatkan kursi.

Sebetulnya aku betul2 mengantuk, bahkan aku sudah merencanakan untuk tidur dikereta ,maklum saja pukul 6 pagi  sudah harus dikereta menuju tebet. Keluar dari Tebet aku dan kawanku sengaja memilih kereta kosong supaya bisa tidur.

Tapi ,aku harus mengalah dengan rasa kantukku. Ku berikan kursiku untuk wanita itu. Yang ada diotakku saat itu “coba kalo ibu gw yang kaya gitu” selalu lagi2 yang ku pikirkan adalah Ibu.

“Bu, duduk disana aja” menunjuk kursiku. “Makasih ya Nak” ucapnya.

Dan “Mereka” cuma ngeliatin. Ini bukan cerita mengenai wanita terakhir tapi mengenai 3 wanita.

Akhirnya aku berdiri disamping pintu kereta dengan wajah yang mengantuk. Posisi saat ini, kereta sudah jalan.

Aku betul2 ngantuk dan ingin tidur, dalam hati semoga ada penumpang yang turun distasiun palmerah. Biasanya, jarang yang turun distasiun palmerah. Dan ternyata doaku diijabah.

Ternyata aku bisa merealisasikan planningku. Ya, planning untuk tidur. Lumayan kan 20 menit 😂

Ya, memang benar ketika kita berbuat kebaikan pasti akan dibalas. Meskipun tidak mendapat balasan dari “orang yang sama” Bukan seperti simbiosis Mutualisme dalam pelajaran Ipa.

*kejadian ini bukan cuma sekali gw temuin tapi berkali-kali . Kecewa aja sih katanya masih MUDA tapi ko segan buat Peduli. Mungkin sebagian lu bakal bilang “gak semuanya kaya gitu” . Iya emang “gak semuanya” tapi “sebagian”. Disini gw bukan mau “pamer” cuma mau sekedar ngingetin aja, bikin sadar aja. Kaki kalian masih kuat berdiri, tangan kalian masih bisa menggenggam lebih lama. Mungkin, logika lu “gw cape ngantuk, masa harus berdiri ngasih tempat buat orang lain” coba lu pake hati “pasti” logika kalah..

Iklan

Ada seseorang yang setelah air matanya menetes, dia menatap langit dan tersenyum. Seakan melihat harapan yang jauh lebih luas di atas sana, seakan dia yakin bahwa bahagianya telah datang.

Dia bukan seseorang yang kuat, dia hanya seseorang yang percaya dia sedang hidup dengan Yang Maha Kuat. Maka kuatlah hatinya.Dia bukan orang yang tegar, dia hanya seseorang yang percaya dengan keajaiban Yang Maha Besar.

Terkadang sedih tidak melulu membuat kita ringkih, tapi malah membuat kita lebih dekat dengan Ilahi.Bahkan kecewa yang luar biasa pun tidak serta merta membuat kita terluka, tapi sangat bisa membuat hati kita lebih kuat dari baja.

Karena keyakinan kita pada Yang Maha Segalanya lebih besar dari pada kesulitan yang kita rasa.

Dia Gila tapi Bersahabat

Since 2012 until Now. Mungkin persahabatan gw masih seumur jagung. Masih belom lama (bgt) tapi buat gw Dia itu Luar Biasa.

Luar Biasa Gila. Luar biasa Aneh, dan Luar biasa istimewa.

“Kulsumanida” entah satu kata atau bahkan satu kalimat.20170327_090941.jpg

Perkenalan gw sama Dia, Awal ospek di Smk dulu. Kita berasal dari sekolah berbeda,lucunya batik kita sama.

How can i tell you about her? But i will try it.

Dia , dia orang yang tau keburukan gw dari A – Z. Dia, dia tau kisah2 gw dari A – Z. Dia, yang biasanya jadi inceran (mereka) kalo lagi ngegebet gw. Entah itu dari Smk atau bahkan sekarang. Bahkan Dia juga yang sering jadi “stalkingan” pacar mantan gw 😂

Suka lupa waktu kalo udah berdua sama Dia, maen jam 11 siang bisa sampe malem. Gak bosen dan gak pernah bosen. Kita suka musik yang sama.

Tampang kita, emang tampang-tampang nakal tapi kita masih jadi anak emak ko. Gak berani pulang ngelewatin jam 10 malem. Bahkan ibu gw cuma ngijinin gw maen malem kalo dirumah Dia doang. Dia, orang yang tau kalo gw gak pernah keluar malem (dulu) dan selalu dirumah.

Susah seneng udah kita lewatin sama2. Rela ujan2an. Dorong motor pas banjir. Lucunya banjir dangkal kita dorong giliran dalem diterjang. Nolongin dia remed akuntansi padahal gw gak remed.

Gw sama Dia beda karakter. Dia lawan dari gw. Dia cerewet, bawel, ceplas ceplos ,kalo speak gak ada titik komanya. Kadang gw juga bingung Dia ngomong APAAN 😂 Tapi Dia selalu CERIA.

Sampe terakhir kemaren ,adam nanya “ko mau si temenan sama nida?”. Dia gak BERMUKA DUA. Kenapa gw capslock. Karna menurut gw, gak semua orang care. Biasanya 90% kepo dan sisanya care. Dia beda, iya beda.

Makan sepiring berdua, minum es berdua, botol minum diembat juga, kalo sama Dia urat malu tuh udah putus. Suka teriak2an didepan kelas, gak peduli orang lain ngeliatin kita. Suka lari-larian rebutan makanan.Padahal kelas kita sebelah2an. Rela nyamper kekelas cuma buat “Da, beli cilok yuk”. “Bil, beli seblak yuk”

dari semester 1 sampe sekarang kelas kita selalu deketan. Smk bareng, kuliah bareng bahkan kerjapun pernah satu ruangan bareng.

Soal percintaan, Dia termasuk orang yang setia. Setia nungguin gebetannya selama 6 tahun. Uploss daa 😂

Kedekatan Dia sama ibu gw, udah kaya anak sendiri. Begitu juga sebaliknya. Rumah dia kaya rumah gw, rumah gw kaya rumah dia.

Kali ini Dia punya pacar baru. Eh bukan deng, lebih tepatnya CLBK. Cinta lama belom kelar. Dia, orang yang selalu ngingetin gw “Mantan yang kaya gimana dulu yang masih boleh diwelcomein”

“Bil, otw”

“Bil, mau nebeng gak?”

“Bil, temenin nyari kado buat *tuuuuutt yuk”

“Bil, curhat ”

“Bil, tungguin gw berak”

“Bil, ini gimana caranya?”

“Tai lu bil ”

“Bilul”

“Bilabong”

“Labil”

Itu hanya sebagian. Dulu disekolah tiap pagi pasti dia bilang ” gw mau boker bil”. Pernah nabrak tong sampah gara2 begadang chat2an sama doi nyampe jam 3 pagi.

Gw sama dia bertolak belakang bgt dah. Gw suka buku, dia malah anti buku. Malem minggu kita suka gabut. Karoke gak jelas, guling2an gak jelas, gambar2 gak jelas , curhat2 gak jelas dan curhatin orang yang sama. Nyalain speaker full sound, matiin lampu dan tidur 😂

Dan selalu, setiap gw nginep dirumah Nida pasti gw ngusilin dia tengah malem, “da, takut” “da, gw pindah pojok” “da jangan tidur dulu, gw duluan yang tidur” “da, mau ke wc” pokoknya ada aja tingkah gw buat bikin dia bangun. Dia, orang yang bisa bikin gw begadang nyampe jam 2 pagi, biasanya gw tidur jam 10. Kejadian 2 minggu lalu, feeling nida kuat. Dan dia, orang yang bisa ngebaca apa yang ada diotak gw. Apa yang lagi gw pikirin ..

Apapun itu, apalagi kalo soal cinta pasti gw nanya nida. Luar dalem kita udah tempe. Baik buruk. Bahkan Nida tau gimana kelakuannya. Bahkan dia orang yang paling marah kalo gw cuma diem aja. Dia, orang yang paling marah pas tau diputar balikan fakta.

Kita suka kritik mengkritik, tapi maaf kita gak suka “stalkin”. Kita gak pernah cari tau tentang orang lain yang menurut kita “Gak Penting”. Kita termasuk orang yang cuek. Kita juga bukan tipikal orang yang cari gara -gara.

“Thank you for waking me up. Thanks for breaking it down. Thanks for choosing us. Thanks for lifting me up. Thanks for all of your trust. Thanks for not giving up. I’m thankful for the time  i spent.You’ve always known i stand.”

Best Friend – Jason Mraz

 

Tanpa Judul

Hey, apa kabar kamu ?

Sudah lama tak mendengar kabarmu. Aku harap kamu baik – baik saja.

Apa kabar hatimu ? sudah terpautkah pada Allah? aku harap juga sudah 🙂

Hey kamu, bagaimana hari-harimu ? sudah lama juga aku tak tau akan keberadaan mu sehari-hari.

Setelah perpisahan itu, aku tau, dan aku berharap semoga kamu mengerti dan paham kenapa aku begini.

Kamu, aku, dan jarak kita

Jarak ?

Ya, memang seharusnya begini kan? karna aku tau, tak seharusnya kita berdua dulu.

Hey kamu, meski nanti entah siapa jodohku, aku berharap kamu mendapatkan yang baik juga.

Terima kasih

Mereka tau, mereka paham dan mereka mengerti

Yeeeeaaahhh kalian pasti suka kan kalo weekend tiba ? sama, gw juga suka. Hari dimana waktunya buat istirahat. Gw nulis cerita ini dihari minggu pagi pukul 06:45 dengan cuaca yang mendukung buat tiarap lagi 😀 dimana gaya tarik kasur lebih menarik daripada gaya tarik doi wkwkwkw

Uas telah berakhir, dua semester terlewati. Dua semester pula tetap dikelas SAKMI, kelas yang paling absrud, paling kocak, paling debat, paling dikit anak cowonya *tapi gila, pokoknya yang paling2 deh.

Tampang tampangnya sih pada polos tapi kelakuannya astagfirullah.botol minum gw masih penuh pas gw tinggal ke kamar mandi, eh pas balik taaaaaaraaaaaaa tinggal 1/4, bocor alus men, ada yang bawa nasi goreng satu bungkus, yang makan rombongan,ga ada sendok tanganpun jadi, ada dosen jelasin kita nyemil kaya dibioskop,  ya begitulah kita wkwkw

Tiap harinya gak perlu jajan keluar, karna dikelas ada aja yang jualan, entah itu piscok, lidi-lidian, bahkan nyampe donat coklat silver queen (katanya) 😅

Gw, gw jadi orang yang sering dibully dikelas. “Wi, beli lidi2an dah” rasa apaan bil ? ” rasa yang dulu pernah ada 😄. Setiap dosen yang ngajar dan bahas masa lalu entar ujung2nya gw lagi yang kena. Untung gw gak baper tapi laperan 😄

Apalagi kemaren nih pas pak Septian nanya (Dosen Ekonomi Syariah)

Pak Septian : tangan kamu kenapa abis diinpus ?

Gw : engga pak jatoh.

Pak Septian : Jatoh dimana?. Sambil ngeliat ke kaki dan geleng2.

Gw : pacuan kuda pak.

Pak Septian : Kamu abis ngajak kuda duel ya ?

Gw : Iya Pak  tapi saya kalah

Pak Septian : lagi mikirin apaan sih neng ?

Yola : mikirin mantan Pak 😄

Padahal mah bukan.Bukan mereka namanya kalo gak absrud. Mereka, mereka tau kalo gw suka somay. Ada nih temen gw namanya Ayudita Julia. Saking dia takutnya dapet nilai C matkul Etika Profesi Akuntansi biasa kita sebut Dosen batak. Dosen yang satu ini tuh setiap masuk kelas pasti bilang “Ku sunat habis kau” 😄 dengan khas bataknya nyampe Dita punya niat buat traktir gw somay. Kalo A gw ditraktir somay 10ribu plus es dan kalo nilainya B gw ditraktir somay goceng plus aqua 😄

Mereka mengerti, mereka paham dan mereka tau. Sekarang gw duduk disemester empat, tulisan ini gw tulis pas semester 2 (kayanya)

#tulisan ini cukup lama hanya baru dipost saja 😊

 

 

 

Dunia Baruku

Rasanya udah lama sekali aku tidak menulis, kali ini aku tidak akan (lagi) menulis kisah cintaku. Tetapi, kali ini dunia baruku (mungkin). Satu minggu telah berlalu, satu minggu yang mengharuskanku  bangun pagi. Yang biasanya jam 6 masih berpelukan dengan guling kali ini pukul 6 sudah harus didepan gerbong kereta. Ya, stasiun sudimara awal perjalananku dimulai. Tujuanku adalah tebet. Hari pertama ke Tebet menggunakan kereta, aku dan kawanku merasa orang yang beruntung because what biasanya kita masih bisa tidur jam segitu, ternyata sudah banyak orang yang memulai aktivitas dari berseragam sekolah, kemeja, hingga baju nonformal. Dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Tujuanku ke Tebet adalah trainning menjadi tenaga kerja didik. Kau bisa menyebutnya guru. Kereta yang kutumpangi datang pukul 06.10, aku dan kawanku tidak sempat mencari gerbong wanita, dengan terpaksa (sepertinya) harus bercampur dengan laki-laki. Suasana didalam kereta seperti aquarium yang terisi ikan melebihi kapasitas, ada pipi yang menempel jendela,bisa bayangkan bagaimana penuhnya ? hanya membayangkan saja bukan, dan aku berada disana. Aku harus transit terlebih dahulu ke Tanah Abang karena kereta tujuan langsung Tebet tidak ada. Aku berterima kasih sekali kepada seseorang yang pernah mengajakku pergi ke Kebun Raya Bogor, berkatnya aku mengenal kereta. Terima kasih Dam. Perjalananku menuju Tanah Abang kurang lebih 30 menit, kereta jurusan Depok sudah berada dijalur 3 (sepertinya) aku lupa 😀 Aku dan kawanku berlari dan “Hap” tepat saat kaki kami berhasil masuk, pintu kereta segera tertutup, sekali lagi aku betul-betul beruntung. Karet, Sudirman, dan manggarai begitulah rutenya. Hingga sampailah di Tebet. Apa kau pikir sudah sampai ? tentu saja belum. Sesampai di Stasiun Tebet masih harus menggunakan Ojek Online. Tepat di depan pintu Exit ku raih ponsel genggamku untuk order. Tidak  seperti ojek online biasanya, kami yang menunggu. Tapi kali ini berbeda, di Tebet justru kita yang mencari. Kaya jodoh ya : D Abang ojeknya hanya menyebutkan tempat. Ya, warung Abnormal dikerumuni oleh lalat hijau eh salah deng maksudnya abang2 berjaket hijau. Mereka bersaut menyebut  nama customer mereka. Pemandangan yang unik. Pemandangan yang belum ku temui sebelumnya.Ku temui sudah jodohku, eh salah deng abang Grab maksudnya hahaha. “Darimana mana de?” tanyanya. “Dari Pamulang bang” timpalku. “Jauh ya” katanya. “Bang, kenapa kita yang nyamperin sih bukan disamperin?” tanyaku. ” disitukan ada ojek konvensional jadi gak enak, akhirnya ya kaya gitu” sautnya.  Jalan Tebet Dalam Barat Raya nomor 39-41 adalah tujuan akhirku. Akhirnya, aku bisa bernapas lega. Kau pikir sudah berakhir? Tentu saja belum. Training dimulai pukul 09.00 wib. Selama training rasanya kembali seperti TK (lagi). Diajari bagaimana cara menulis cetak dan bersambung. Ku pikir selama ini tulisanku benar ternyata taaaaraaaaaaaaaa jauh dari perkiraan. Sistem international yang digunakan. Sehari, dua hari, tiga hari, aku harus terbangun pukul 2 pagi untuk mengerjakan PR ku, bukan PR kampus tapi PR training. Kesel ? Capek? Ngantuk? Tentu. Tangan sampai kiting, jika kita bertemu nanti akan kutunjukan bagaimana PRnya. Ya begitulah selama satu minggu, pamulang – tebet 🚈🚈🚈

Satu minggu berlalu, pertanda trainningku selesai. Ya tepat dihari senin aku terjun langsung berhadapan dengan muridku. 3 cabang aku ditempatkan. Bintaro 3, Bintaro 9 , dan GTI. GTI adalah cabang pertama ku diuji. Deg degan, takut, bingung tapi aku beruntung bisa bertemu kedua seniorku. Sebelum kelas dibuka, mereka mengarahkanku, ka ovi dan ka elda. Senior yang gak jauh2 ngomonginnya K-pop. Ada aja film yang ditonton 😄

Akan ku ceritakan secara globalnya. Setiap anak mempunyai karakteristik yang berbeda dan setiap ANAK ADALAH UNIK. Sabar? tentu harus sabar disaat anak mulai bilang Bu, cape nulisnya. Ngebujuk ?iya harus mulai dibujuk disaat anak mulai diem pas membaca. Dengan iming2 “entar gak dapet stiker loh”. Biasanya setelah mereka denger stiker wiihh langsung semangat lagi. Yang lucunya ada salah satu anak disesi baca dia bilang “aku udah tau bu itu bacanya apa” yaudah baca itu tulisannya apa” apa ya bu itu bacanya” eeeaaaaaaa yang begini nih yang kocak 😂

Biasanya sebelum jam pulang, aku bertanya kepada seniorku tentang anak2 yang ku ajar hari ini, perhatianku tersorot pada satu anak. Dia munggil berambut pendek dan suka ngantuk, aku bertanya pada ka Sari “anak yang ini feedbacknya negatif ya ka?” Ka Sari memaparkan semuanya. Dan dia bilang kemampuanku untuk mengenal anak2 cukup cepat. Hingga akhirnya aku tau apa itu speech delay. Apa yang kita tanyakan belum tentu mendapatkan respon. Ibaratnya tuh kaya lu ngomong sama tembok. Tapi buat gw ini itu tantangan. Tantangan dimana aku harus berhasil memberikan feedback positif. Kau tau ada kebahagiaan tersendiri disaat aku mampu membuatnya memberikan feedback yang ku inginkan (feedback positif). Ya memang tidak mudah. Aku bahagia karna feedback yang dia berikan positif.

Hanya sampai sini yang baru bisa ku ceritakan kepadamu. Rasanya tidak mungkin ku ceritakan dibulan September nanti. Kau tau kan memoriku terbatas. Tulisan ini ku tulis untukmu. Terima kasih supportnya. Aku memiliki tujuan yang tidak kau tau. Tapi kau tidak perlu khawatir tujuanku tidak menyimpang dari keputusanku yang lalu 😊

Sampai bertemu dibulan September nanti.

Mereka tuli, bisu dan buta.

360 hari telah berlaku, tak terasa ya. Iya seperti itulah kalimat yang biasa nya sering didengar dipergantian tahun. Banyak resolusi diciptakan untuk diwujudkan di tahun 2017. Membuat resolusi berdasarkan insiden di tahun 2016. Banyak perubahan yang akan dilakukan bahkan mereka bisa mengharapkan perubahan 180 derajat. Bagiku berubah itu perlu, hanya saja tidak perlu  180 derajat, lebih baik itu pasti nya. Berakhir tahun 2016 bukan berati cerita nya berenti di situ, masih banyak cerita bersambung yang bakal di tulis di 2017. Entah, skenario apalagi yang akan Allah tuliskan untuk kita. Pelajaran apalagi yang akan kita dapatkan. Sedih atau bahagia kah? Tetap tangan Allah lah yang menentukan. “Bila ia mendekat kepadaKu satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta, bila ia mendekat kepadaKu satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, bila ia dateng kepadaKu berjalan kaki, Aku dateng kepadanya berlari-lari”. Adakah puisi yang lebih romantis dari ini ? Seperti nya tidak. Betapa hobby kau dengan novel, betapa tergila2nya kalian terhadap rayuan manis pujaan hati, bukan kah ada al-quran dan hadist yang jauh memberikan keromantisannya menceritakan kedekatan Allah dengan hambanya, menceritakan fenomena yang akan terjadi selanjutnya. Mereka tuli, bisu dan buta. Sehingga mereka tidak dapat kembali (al-baqarah ayat 18). Kalian termasuk yang mana kah? Tuli bisu atau buta atau bahkan ketiga2nya ditahun2 sebelumnya dan sekarang? Coba renungkan 🙂

 

Kau benar hil, sesuatu yang telah pergi ketika kembali tak pernah sama lagi dan sekalipun kembali membawa cerita -cerita lalunya.

Sebegitu rumit kah ? Seperti menemukan ujung benang yang telah kusut.

Iya memang benar, kita tidak bisa memiliki 2 hal sekaligus. Pasti, pasti ada sesuatu yang harusnya dilepaskan kembali.

Iya, seperti nya kembali aku harus melakukan itu..

Tugasku telah selesai menyatukan kamu dan mereka.

Biarkan aku dan kamu saja yang berakhir tapi kamu dan mereka tidak.

Senyum bahagiaku hadir ditengah2 sapaan kamu dan mereka.

Sapaan yang membuat ku rindu.

Ya, tugasku telah selesai Hil. Tugasku telah berakhir.

Aku tidak dingin menyakiti siapapun.

Harusnya aku tidak hadir kembali ditengah – tengah mereka berdua.

Agar semuanya baik -baik saja.

 

 

Layaknya Fatimah yang tengah memendam perasaannya pada Ali

Akankah perasaan yang terpendam ini layaknya Fatimah yang tengah memendam perasaannya pada Ali ?

Cinta yang tak pernah terutarakan.

Cinta yang tak pernah terekspresikan.

Namun cinta itu ia biarkan tumbuh walau harus ia biarkan terpendam.

Karena ia menjaga kodratnya sebagai seorang perempuan, maka dia fitrah cinta itu hanya mampu ia rasakan.

Serta mempasrahkan diri dan segala takdirnya kepada Tuhan.

Bila aku mengikuti sedikit jejak Fatimah,

Adakah cinta dihati dia yang selalu ku damba?

Mungkinkah ia juga memiliki perasaan yang sama?

Mungkinkah hatimu ada rasa cinta untukku tanpa kuminta?

Akankah cinta ini pun berbalas dengan kisah yang serupa?

Akankah aku dan dirinya dipersatukan Tuhan dengan kehendak yang ia pilihkan?

Apakah kau Ali untukku ?

Apakah aku akan menjadi Fatimah untukmu?

Akankah ku mendapat cinta darimu?

Akankah kita bersatu ?

Apakah aku akan menjadi belahan jiwa sehidup sesurgaku?

Entahlah, semua jawaban itu tentu hanya Allah yan tahu.

Meski kerap kali pertanyaan dalam setiap harapan muncul seketika dan menjadikan hati tak tenang

Namun hanya untaian doalah yang mampu ku panjatkan kepada Allah sebagai penawar dari kegelisahan.

Mencoba meyakinkan kembali diri yang mulai lengah akan keyakinan.

Biarlah kuserahkan semuanya kepada Dia yan Maha Pemberi Harapan

Semoga kau menjadi akhir dari cinta yang kunantikan.

 

Si Ijo membuatku lupaaaa …..

Kalian pasti tau lah sama ojek online yang ngebuming banget  Salah satu transportasi yang berhasil menolong situasi date line wkwwk.
Apa sih yang ada di otak lo kalo denger kata grab bike ?
Ijo, oke
Jaket, oke lah
Masker, boleh.
Helm, wkwkw

Kenapa gw ketawa pas nyebut helm ?

Ceritanya lucu nih, menurut gw tapi ga tau menurut kalian 😀

Benda yang suka lupa lu balikin abis naik ojek apa hayooo? kalo kita sama berati sehati *loh kaya iklan honda wkwkwkwkwk

Ya, kali ini tentang helm abang grab bike. Ceritanya gw balik kantor jam 8 lewat. Dibilang lembur ya lembur tapi lebih tepatnya kerja ikhlas because what ? Karna ga ada uang lembur . Balik ke cerita awal, ya gw balik jam 8.16 pm. Berhubung gw ga bawa motor ke tempat kerja dan jalanan kanan kiri di cor bikin males buat kemana2. Untungnya hari ini libur kuliah jadi ga harus macet2 kaya ngantri sembako..Dari kantor gw pulang ke rumah, karna jalan di cor ga mungkin kan gw pulang naik angkot, gw lebih milih buat jalan kaki ketimbang naik angkot. Yang biasanya cuma 10 menit, kalo naik angkot bisa setengah jam lebih. Mending jalan kaki hahahaha

Oke, akhirnya gw pesenlah grab bike.Setelah kurang lebih 5 menit, sampe lah abangnya didepan kantor. Awalnya sih pas telfon nyangkanya kantor gw di deket super indo, gila itu jauh ..Akhirnya gw arahin lah..

Dijalan ngobrol lah sama abang2nya. Nyampe deh di gang Saidin. Ini nih yang bikin ngakak.

Gw langsung bayarkan, dengan pedenya dan tanpa rasa apapun gw langsung jalan. Tanpa gw sadar kalo helm masih terpaku di kepala gw setelah ada orang yang bilang “Motornya mana ya mba ko helmnya di pake”

Spontan tangan gw langsung pegang kepala, aaaaiiiihhhh iya helmnyaaaaaaaa… Si abang grabnya cuma ngeliat dari jauh. Pas gw balik lagi ” bang ko ga bilang helmya masih dipake?” si abangnya cuma cengengesan sambil bilang “sengaja mba ntar juga balik lagi kaya lagunya afgan jodoh pasti bertemu”

Haaaahaaahaaaaahaaa, ini yang baper siapa yaaaa ?